Aku menemukanmu saat kamu terluka olehnya, kamu meninggalkan aku saat aku terluka olehmu. Terima kasih pernah khawatir kehilangan aku, meski hanya pernah, dan aku telah hilang. Mungkin kita hanya layang-layang yang mencoba terbang tanpa angin . Kamu membunuh sepiku menjadi gaduh, jerit ego kita berdebat menuntut sudah. Sepiku kembali. Terima kasih. Aku melangkah dalam seribu ketidakpastian, namun terhenti karena satu kepastian, rindu. Aku rindu suara gaduh canda kita, bukan teriakan ego dalam tangis lelah. Kita berhasil patahkan kata, membungkam suara, memendam rasa, namun gagal menyumbat tangis. Kita terbiasa menahan perih saling menyakiti. Entah kita ini hebat atau bodoh. Untuk apa menangis atas pergiku? Harusnya kau ingat baik-baik, keberadaanku acapkali tiada arti bagimu .
hai , malam ini saya galau . tamat . wasalam .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar